PALU – Pemerintah daerah resmi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) guna membantu masyarakat menekan biaya pengeluaran rumah tangga di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok. Langkah strategis ini bertujuan untuk menyediakan akses bahan pangan berkualitas dengan harga yang jauh lebih terjangkau daripada harga pasar saat ini.
Masyarakat menyambut antusias kehadiran pasar murah tersebut sejak pagi hari. Oleh karena itu, para petugas segera mengatur antrean warga agar proses jual beli bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan telur berjalan tertib serta lancar.
Stabilisasi Harga dan Pasokan Pangan
Dinas Ketahanan Pangan menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi daerah secara efektif. Selain itu, pemerintah bekerja sama dengan pihak Bulog serta para distributor lokal guna memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman bagi seluruh lapisan warga.
Panitia menjamin bahwa selisih harga dalam program ini sangat menguntungkan bagi konsumen. Sebab, subsidi harga yang merata mampu meringankan beban finansial harian bagi warga sendiri. Berikut adalah rincian harga komoditas utama:
Baca juga:Gubernur Kepri Safari Ramadan di Tanjungpinang
| Komoditas Pangan | Harga GPM (Per Kg/Liter) |
| Beras SPHP | Rp 54.000 (Per 5 Kg) |
| Minyak Goreng | Rp 14.000 (Per Liter) |
| Gula Pasir | Rp 16.000 (Per Kg) |
| Telur Ayam | Rp 45.000 (Per Rak) |
Memperluas Jangkauan Gerakan Pangan
Selanjutnya, pemerintah berencana untuk terus mendistribusikan program pangan murah ini ke wilayah-wilayah yang sulit menjangkau pasar tradisional besar. Sinergi antar-lembaga sangat penting agar stabilitas harga pangan dapat menyentuh hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan secara merata.
Dukungan dari sektor swasta juga sangat membantu kelancaran pengadaan barang-barang kebutuhan pokok dalam jumlah besar. Oleh sebab itu, manajemen pasar murah berjanji akan terus memperbarui jadwal pelaksanaan GPM agar masyarakat dapat mempersiapkan diri lebih awal.
Sebagai penutup, kegiatan ini berhasil menarik ribuan warga yang ingin mendapatkan bahan pangan murah berkualitas tinggi. Setelah itu, tim pemantau harga akan terus mengevaluasi efektivitas program ini guna menjaga daya beli masyarakat tetap stabil di masa mendatang.






